Tuesday, January 5, 2010

Dirosah Anggaran Ummat Jawa Barat - PATTIRO


STKS-Bandung, 5-6 Januari 2010

Alhamdulillah, awal tahun ini masih diberikan kesempatan Yang Maha Kuasa untuk bisa beraktivitas kembali. Dikenalkan dengan seorang expert keuangan daerah, Ibnu Jandi,S.Sos.,MBA.,MM, mantan orang terkaya di Banten yang mengundurkan diri dari Dinas Pendapatan Kota Tangerang, mantan orang terpenting di bagian Pajak, yang sekarang terjun bebas menjadi pegiat advokasi anggaran. Beliau mengundurkan diri dari PNS sejak tahun 2000, karena sudah "tidak betah" dengan kondisi lembaga kerja di tempatnya bernaung. Penyelewengan dana sebesar Rp 16.000.000.000,00 (enam belas miliar rupiah) menjadi penyebab kenapa beliau mengundurkan diri, dan sejak itu aktif di dunia advokasi kebijakan publik provinsi Banten.

Pak Ibnu, begitu beliau biasa dipanggil merupakan pemateri dalam acara Dirosah Anggaran Ummat Jawa Barat. Acara yang rencananya berlangsung selama enam hari yaitu 4,5,11,12,18 dan 19 Januari ini merupakan hasil dari kerjasama antara PATTIRO, Pokja Analisis Anggaran (Ormas Islam Jabar: NU, Muhammadiyah, Persis, MA dan PUI) dan Forum Pemuda Mahasiswa Jawa Barat (KAMMI,BEM dan LDK). Acara ini bertempat di Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS), Jl. Ir Djuanda Bandung.

Selama dua hari kemarin, saya cukup panjang menemani beliau. Setiap malamnnya, tak kurang sampai pukul 01.00 dini hari saya "dipaksa" untuk terus melek karena diajak berdiskusi dengan beliau. Saya sangat salut kepada beliau bukan hanya penguasaannya di bidang keuangan dan administrasi keuangan daerah, bukan juga karena IPK kedua gelar S2 yang diraihnya adalah 3,75, tetapi semangatnya bahwa setiap orang pasti bisa untuk menguasai bidang ini, terutama bagaimana menganalisis APBD. Satu prinsip beliau, setiap orang yang memiliki keinginan untuk maju, sekecil apapun itu, harus didorong, jangan dimatikan.

Pria berumur 49 tahun dan sudah mempunyai satu orang cucu ini sangat aktif dalam memberikan semangat advokasi pada para peserta dirosah. Peserta yang hadir berasal dari Bandung, Sumedang, Cirebon, Tasikmalaya, Garut dan Indramayu. Total peserta sebanyak 25 orang yang terdiri dari sepuluh orang peserta perempuan dan sisanya laki-laki. Peserta sangat mengapresiasi akan dirosah anggaran ini.